Sep 26, 2018 Last Updated 1:27 AM, Sep 17, 2018

Pada tanggal 25 April 2018 lalu, SMPN 1 Bojonegoro atau biasa dikenal dengan Spensabo akhirnya berusia 75 tahun. Sudah tua, ya? Bahkan lebih tua daripada Kemerdekaan Indonesia yang baru 73 tahun. Dalam rangka merayakan HUT Spensabo yang ke-75 tahun ini, Spensabo mengadakan jalan santai yang terbuka oleh umum, jadi selain warga Spensabo juga boleh mengikuti jalan santai yang dilaksanakan hari Jumat, 27 April 2018 lalu. Setelah jalan santai ada pembacaan kupon berhadiah.

Puncak HUT Spensabo adalah pada hari Senin, 30 April 2018 lalu. Spensabo mengadakan acara besar yang cukup meriah. Panggung disediakan lengkap dengan dekorasinya. Karpet hijau terbentang luas di lapangan basket SMPN 1 Bojonegoro dengan tenda terop sebagai peneduh.

Acara dimulai pada pukul 07.00 WIB. Pertama-tama, acara ini dibuka oleh Bapak Lasiran, M.Pd selaku kepala sekolah Spensabo. Lalu dilanjut dengan pensi yang merupakan pementasan bakat dari siswa-siswi Spensabo. Ada yang menyanyi, menari tarian daerah, bermain musik, drama, sampai menari tarian modern atau yang biasa disebut dance. Semua tampilan tersebut merupakan sumbangan dari tiap-tiap kelas. Gemuruh tepuk tangan riuh rendah setiap setelah penampilan selesai.

Acara utama dimulai pukul 10.00 WIB. Spensabo mendatangkan tamu-tamu terhormat yang merupakan para alumni Spensabo, Kepala Dinas, Ketua DPRD, dan lain-lain. Kemeriahan HUT SMP Negeri 1 Bojonegoro juga dinikmati oleh Bapak Ibu guru yang sudah purna tugas.selain itu beberapa kepala Sekolah yang perah menjabat juga hadir dalam kemeriahan ini. Bapak & Ibu Guru yang pernah ikut mengabdi di SMP Negeri 1 Bojonegoro diundang sebagai penghargaan dan apresiasi terhadap majunya SMP Negeri 1 Bojonegoro. Acara utama ini diisi dengan pembukaan beberapa tamu yang datang, lalu dilanjut dengan penyampaian materi tentang pendidikan Indonesia.Acara selanjutnya, pembagian tumpeng dan pelepasan balon. Terakhir, penutupan dengan pembacaan doa. Setelah itu, seluruh warga Spensabo makan siang bersama di lapangan.

Hari itu merupakan perayaan HUT yang mengesankan.

Oleh Aisha Syamsa H (VIII-B)

Menjelang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017 / 2018, SMP Negeri 1 Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Trining Motivasi yang diadakan di Lapangan Olahraga SMPN 1 Bojonegoro, acara ini dipandu oleh Uztad Yogi Prana Izza, LC, MA.

Kegiatan training motivasi yang diselenggarakan tanggal 2 April  2018 ini bertujuan memantapkan mental siswa kelas 9 dalam menghadapi Ujian Nasional, selain itu siswa diharapkan dapat membuat mind map sukses UN dan sukses kehidupan.

Pukul 19.00 WIB kegiatan diawali dengan sholat isya’ berjamaah, kemudian kegiatan di buka oleh Kepala Sekolah Bapak Lasiran, M.Pd. Acara selanjutnya diisi dengan materi mengenai cara sukses menempuh Ujian Nasional dan Sukses kehidupan.

Sebanyak 315 siswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh hikmat hingga acara selesai, dan tepat pukul 21.10 wib  kegiatan ini ditutup dengan do’a bersama.

Riuh anak berkumpul begitu ramai terdengar di sudut lapangan olahraga SMP Negeri 1 Bojonegoro, dengan nomor punggung dan nomor dada yang ada pada para siswa siswi , telah menujukkan bahwa hari ini mereka sudah bersiap dengan semangat untuk melaksanakan kegiatan hari pertama ujian praktek SMP Negeri 1 Bojonegoro. Kamis, 15 Maret 2018 merupakan awal dimulainya kegiatan ujian praktek bagi siswa siswi kelas IX SMP Negeri 1 Bojonegoro, adapun mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama tersebut diantaranya adalah Mata Pelajaran PJOK dan IPA ( Biologi dan Fisika ). Mata Pelajaran PJOK atau lebih sering kita mendengarnya sebagai pelajaran Olahraga ada 3 materi yang diujikan dalam mata pelajaran ini yaitu meliputi Lari, Basket dan Passing Bola Volly, sedangkan untuk mata pelajaran IPA yang diujikan meliputi 2 praktek terdiri dari Biologi dan Fisika, dalam bidang Biologi para siswa siswi diuji tentang pembuatan preparat basah ( pengamatan terhadap sel bawang merah ) yang menggunakan bahan dasar bawang merah , sedangkan di bidang Fisika para siswa siswi diuji dengan 4 materi getaran, massa jenis, listrik dan pengukuran.

Beberapa minggu ini SMPN 1 Bojonegoro sedang sibuk mempersiapkan perhelatan besar. Perhelatan itu selain pemerimaan kunjungan kepala sekolah se-Sumatra Barat, namun tindak lanjut sebagai sekolah rujukan dengan mengadakan pameran dan showcase. Kegiatan ini meliputi pameran hasil karya siswa dan beberapa hasil kegiatan di SMPN 1 Bojonegoro.

Kegiatan dilaksanakan tepat pada 22 nopember 2017. Sebagai sekolah rujukan, SMPN 1 Bojonegoro harus mengagendakan kegiatan pameran. Selain itu kegiatan harus memberi dan menyalurkan ilmu kepada sekolah lain. Oleh karena itu SMPN 1 Bojonegoro mengundang tiga puluh sekolah se-Bojonegoro yang diharapkan dapat menjadi sekolah binaan dalam meningkatkan pendidikan nasional.  

Selasa 22 Nopember 2017, SMPN 1 Bojonegoro telah mempersiapkan agenda besar ini dengan mengundang tiga puluh sekolah, terdiri dari dua guru dan beberapa siswa. Hal ini sangat berbeda dengan acara pameran sekolah lainnya, sebab yang diundang tidak hanya guru dan kepala sekoah namun siswa-siswinya juga diajak mengikuti kegiatan. Harapan besarnya ialah selain guru dan kepala sekolah, siswa yang diajak ke pameran ini mampu mengembangkan sekolah mereka menjadi lebih baik. Istilah yang tepat ialah kepala sekolah sebagai pembentuk kebijakan, guru sebagai pendorong pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan kebijakan dilakukan oleh siswa. Sehingga ada sinergi yang baik antara kepala sekolah, guru, siswa serta walimurid.

Acara dibuka oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Acara ada dua tahap, yaitu workshop dan pameran. Workshop meliputi pembukaan, pembuatan desain motif batik dan pengukuhan pembuatan antologi buku siswa. Siswa-siswi dari beberapa sekolah yang datang diajak untuk mengikuti pembuatan desain batik Jonegoroan. Kegiatan ini diarahkan langsung oleh pak Suyanto selaku guru seni budaya SMPN 1 Bojonegoro.

Pembukaan pameran dilakukan potong pita. Pemeran berisi beberapa stan, yang meliputi hasil gerakan literasi sekolah, karya ilmiah siswa, adiwiyata (organisasi peduli lingkungan, sosial, hidroponik), karya seni lukis dan English club. Pameran dikunjungi oleh guru dan siswa siswi sekolah lain. Beberapa diantaranya tertarik dan bertanya-tanya tentang produk dalam stan. Tamu sangat antusias saat berkunjung di pameran. Kegiatan berakhir pada pukul satu siang.

Melalui kegiatan ini SMPN 1 Bojonegoro sebagai sekolah rujukan mampu mengajak sekolah lain untuk meningkatkan pendidikan. Selain itu diharapkan tiga puluh sekolah yang diundang dapat mengembangkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing. Sekolah dapat meningkatkan kemampuan dalam bidang mutu pendidikan, literasi, dan adiwiyata

Page 3 of 4