Sep 26, 2018 Last Updated 1:27 AM, Sep 17, 2018
Super User

Super User

Admin SMP Negeri 1 Bojonegoro

Dalam Rangka persiapan menghadapi OSN tingkat Kabupaten tahun 2018,Kepala Sekolah SMP N 1 Bojonegoro melakukan pertemuan dengan seluruh pembimbing OSN SMP N 1 Bojonegoro yang meliputi Pembimbing IPA,IPS dan Matematika. Pelaksanaan Olimpiade sendiri dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2018 di SMP N 5 Bojonegoro.Tujuan diadakannya Rapat tersebut untuk menentukan calon peserta OSN sebagai duta SMP Negeri 1 Bojonegoro serta menentukan waktu & tempat bimbingan intensif. diharapkan dari kegiatan ini siswa dapat menyiapkan mental juara untuk mengikuti OSN Kabupaten.

Tagged under

Pelaksanaan kegiatan PAT PTS SMPN 1 Bojonegoro dilaksanakan pada tanggal 9-14 Maret 2018. Kegiaan ini diketuai oleh Dra. Nur Baity. M.Pd. Hari pertama pelaksanaan PAT PTS dilaksanakan dengan tertib dan lancar. Kegiatan ini digunakan sebagai bahan evaluasi kemampuan siswa dalam bidang akademik selama kurun waktu setengah semester. Diharapkan dari kegiatan ini dapat merefleksi diri bagi guru maupun siswa dalam melihat perkembangan akademik masing-masing.

Tagged under

Beberapa minggu ini SMPN 1 Bojonegoro sedang sibuk mempersiapkan perhelatan besar. Perhelatan itu selain pemerimaan kunjungan kepala sekolah se-Sumatra Barat, namun tindak lanjut sebagai sekolah rujukan dengan mengadakan pameran dan showcase. Kegiatan ini meliputi pameran hasil karya siswa dan beberapa hasil kegiatan di SMPN 1 Bojonegoro.

Kegiatan dilaksanakan tepat pada 22 nopember 2017. Sebagai sekolah rujukan, SMPN 1 Bojonegoro harus mengagendakan kegiatan pameran. Selain itu kegiatan harus memberi dan menyalurkan ilmu kepada sekolah lain. Oleh karena itu SMPN 1 Bojonegoro mengundang tiga puluh sekolah se-Bojonegoro yang diharapkan dapat menjadi sekolah binaan dalam meningkatkan pendidikan nasional.  

Selasa 22 Nopember 2017, SMPN 1 Bojonegoro telah mempersiapkan agenda besar ini dengan mengundang tiga puluh sekolah, terdiri dari dua guru dan beberapa siswa. Hal ini sangat berbeda dengan acara pameran sekolah lainnya, sebab yang diundang tidak hanya guru dan kepala sekoah namun siswa-siswinya juga diajak mengikuti kegiatan. Harapan besarnya ialah selain guru dan kepala sekolah, siswa yang diajak ke pameran ini mampu mengembangkan sekolah mereka menjadi lebih baik. Istilah yang tepat ialah kepala sekolah sebagai pembentuk kebijakan, guru sebagai pendorong pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan kebijakan dilakukan oleh siswa. Sehingga ada sinergi yang baik antara kepala sekolah, guru, siswa serta walimurid.

Acara dibuka oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Acara ada dua tahap, yaitu workshop dan pameran. Workshop meliputi pembukaan, pembuatan desain motif batik dan pengukuhan pembuatan antologi buku siswa. Siswa-siswi dari beberapa sekolah yang datang diajak untuk mengikuti pembuatan desain batik Jonegoroan. Kegiatan ini diarahkan langsung oleh pak Suyanto selaku guru seni budaya SMPN 1 Bojonegoro.

Pembukaan pameran dilakukan potong pita. Pemeran berisi beberapa stan, yang meliputi hasil gerakan literasi sekolah, karya ilmiah siswa, adiwiyata (organisasi peduli lingkungan, sosial, hidroponik), karya seni lukis dan English club. Pameran dikunjungi oleh guru dan siswa siswi sekolah lain. Beberapa diantaranya tertarik dan bertanya-tanya tentang produk dalam stan. Tamu sangat antusias saat berkunjung di pameran. Kegiatan berakhir pada pukul satu siang.

Melalui kegiatan ini SMPN 1 Bojonegoro sebagai sekolah rujukan mampu mengajak sekolah lain untuk meningkatkan pendidikan. Selain itu diharapkan tiga puluh sekolah yang diundang dapat mengembangkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing. Sekolah dapat meningkatkan kemampuan dalam bidang mutu pendidikan, literasi, dan adiwiyata

Tagged under

Tepat pada senin dua puluh satu nopember, SMPN 1 Bojonegoro disibukkan dengan kegiatan besar. Sekolah ini menerima kunjungan beberapa kepala sekolah se-Sumatra Barat. Pada pukul tujuh rombongan beberapa kepala sekolah se-Sumatra Barat telah hadir di sekolah. Rombongan diarahkan ke ruang pertemuan di aula timur atas. Rombongan disambut oleh seluruh bapak ibu guru serta karyawan SMPN 1 Bojonegoro.

Pertemuan diawali dengan tarian tenghul khas Bojonegoro. Kunjungan ini sudah diagendakan sejak lama, sebab beberapa kepala sekolah terinspirasi dengan keberhasilan SMPN 1 Bojonegoro sebagai peraih tata kelola sekolah terbaik di Indonesia. Sekolah ini pada 10 agustus yang lalu mendapat juara terbaik saat lomba tata kelola mutu sekolah tahun 2017. Rasa penasaran dari beberapa kepala sekolah ini telah terwujud melalui kunjungan langsung ke SMP N 1 Bojonegoro.

Kesempatan ini tidak disia-siakan begitu saja oleh sekolah, melalui kerja keras kegiatan ini dijadikan ajang ujuk gigi sekolah di mata masyarakat pada umumnya. Acara berjalan lancar, setelah acara pembukaan tamu diajak untuk mengunjungi ruang data dan berkunjung di stan pameran keunggulan sekolah. Menurut Pak Ufar selaku kepala sekolah menuturkan “kegiatan ini dapat meningkatkan bagi sekolah untuk menjadi kawasan mencipta dan berbagi bagi masyarakat” tegasnya.

Rombongan disuguhi beberapa produk hasil karya siswa serta stan khusus adiwiyata. Beberapa tamu bertanya terkait hasil karya yang dipamerkan oleh sekolah. Tamu dari Sumatra Barat ini begitu terkesan dengan lingkungan sekolah, serta sangat mengapresiasi perjamuan dari SMPN 1 Bojonegoro. Terutama tentang banyaknya kegiatan-kegiatan sekolah yang mengarah pada kultur karakter baik. Kesan yang diperoleh oleh tamu semoga dapat dijadikan inspirasi untuk mengembangkan di tempat bekerjanya.

SMP N 1 Bojonegoro sangat berterima kasih atas kunjungan kepala sekolah se-Sumatra Barat. Semoga kegiatan seperti ini dapat menjalin silaturahmi, saling menginspirasi, mendukung, dan mengarahkan pendidikan menjadi lebih baik. Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah, dan rombongan bertolak dari sekolah sekitar pukul satu siang waktu Indonesia barat. 

Tagged under

Ibarat sebuah sistem tata surya, guru ialah sebagai mataharinya. Sebab guru memberi pencerah bagi murid-muridnya untuk mendapat pendidikan dan pengajaran. Sejarah menunjukkan, pada tanggal 25 nopember 1945 untuk pertama kalinya dilakukan kongres oleh guru-guru di Indonesia.  Pada tanggal tersebut disahkan sebagai hari guru nasional berdasarkan keputusan Presiden nomor 78 tahun 1994.

Sabtu 25 nopember 2017, pagi itu terjadi hujan rintik-rintik. Keadaan itu tidak menyurutkan semangat siswa-siswi SMP N1 Bojonegoro untuk melaksanakan upacara hari guru. Pada peringatan hari guru kali ini dilakukan dengan acara yang sederhana namun penuh makna. Meskipun sempat diguyur hujan dan jadwal upacara terlambat dilaksanakan, namun antusias siswa dan guru sangat tinggi.

Upacara dilakukan setelah hujan mulai reda. Upacara berlangsung sangat khidmad, bahkan saat pembacaan puisi dengan diiringi lagu “hymne guru” menambahkan keharuan bapak ibu guru. Beberapa guru bahkan terhanyut dalam keharuan hingga tak kuasa menahan air mata. Selain itu ada siswa yang ikut terhanyut dan meneteskan air mata. Tanpa di sadari pada upacara peringatan hari guru membuka kesadaran akan salah dan perilaku yang pernah dibuat terhadap guru.

 

Sungguh upacara pada pagi itu sangat mengharu biru. Usai upacara guru-guru tidak langsung membubarkan diri, namun menerima kejutan dari siswa-siswi SMPN 1 Bojonegoro. Kejutan pertama disuguhkan sebuah paskibraka variasi yang ditujukan kepada guru. Kedua ialah pelepasan balon ke udara  dengan harapan supaya impian guru dan siswa dapat terwujud. Kejutan yang terakhir ialah pemberian cindramata dari siswa kepada semua guru, karyawan, dan karyawati.

Cindramata ini bukan bentuk pemborosan, namun lebih kepada apresiasi dan terima kasih siswa-siswi SMPN 1 Bojonegoro kepada guru. Meski sederhana namun penuh arti cindramata tersebut. Tak hanya guru yang memperoleh, termasuk staf TU dan pak kebon juga memperoleh cindramata. Sebab pengajaran di lingkungan sekolah tentang kebaikan tidak hanya dari guru, melainkan juga dari seluruh anggota sekolah.

Selamat hari guru, semoga di hari peringatan guru ini menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang menghargai jasa guru. Negara Indonesia menjadi lebih baik dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penghargaan terhadap guru.

Tagged under