Sep 26, 2018 Last Updated 1:27 AM, Sep 17, 2018
Super User

Super User

Admin SMP Negeri 1 Bojonegoro

Pemilihan Pengurus Inti OSIS merupakan istilah yang akan didengar setiap tahun bagi setiap sekolah, begitu pula di SMPN 1 Bojonegoro. Kesempatan ini merupakan pesta demokrasi bagi siswa-siswi SMP Negeri 1 Bojonegoro. Momen ini sangat unik dan menarik pasalnya sistem yang digunakan dalam pemilihan pengurus inti OSIS ini mengadopsi sistem yang digunakan oleh KPU, tetapi sedikit dimodifikasi. Pelaksanaan pemilihan seperti ini bertujuan supaya siswa mendapat pengetahuan tentang pemungutan suara dan praktek demokrasi. Sehingga di masa depan ketika pemilihan umum Presiden maupun pemimpin rakyat sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan dasar.

            Tepat pada hari Senin tanggal 23 Oktober 2017, seluruh siswa SMPN 1 Bojonegoro, baik kelas VII, VIII, maupun IX dikumpulkan di lapangan bola basket. Hal ini dalam rangka acara kampanye calon pengurus OSIS. Acara diawali dengan pidato singkat dari Bapak Ufar Ismail. Lalu dilanjutkan kampanye dari setiap calon pengurus inti OSIS yang berjumlah 13 orang. Setiap calon pengurus inti OSIS 2017/2018 memaparkan tentang visi, misi, motto hidup, serta program kerja ketika menjadi pengurus inti OSIS. Para siswa sangat berantusias mendengar setiap paparan dari calon pengurus inti OSIS.

            Pemungutan suara tidak diselenggarakan tepat setelah acara kampanye massal tersebut. Terdapat selang satu hari antara kampanye massal dan hari untuk memungut suara. Hal ini bertujuan agar siswa dapat menentukan pilihannya secara matang. Pada selang waktu tersebut, para calon pengurus OSIS melakukan kampanye kecil-kecilan untuk meyakinkan siswa agar memilih mereka.

            Pemungutan suara untuk memilih pengurus inti OSIS diadakan pada hari Rabu tanggal 25 oktober 2017. Pemungutan suara ini diadakan di aula selatan. Siswa bergantian memberikan suaranya, mulai dari kelas VII, VIII hingga IX. Pemungutan dilakukan bergantian agar tertib dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan lancar. Sebelum memilih, para siswa diberi instruksi cara memilih dan mekanisme pemungutan suara. Siswa duduk di kursi yang telah disediakan panitia sambil menunggu giliran tiba. Jika gilirannya telah tiba, siswa akan maju untuk mengisi absensi terlebih dahulu. Siswa akan mendapat selembar kertas yang berisi nomor dan nama calon pengurus inti OSIS. Siswa mengisi kolom untuk dicentang pada calon pilihannya.

Setelah itu, siswa menuju bilik suara yang terdapat di atas mimbar untuk menggunakan hak suaranya dengan cara mencentang 6 calon pilihannya di kolom yang telah disediakan. Siswa tersebut menulis kelasnya di belakang kertas suara, lalu melipat kertas suara dan mengumpulkannya di kotak suara. Untuk menghindari adanya pemilih ganda, maka setiap siswa harus mencelupkan tangannya ke tinta yang telah disediakan oleh panitia. Salah satu siswa menerangkan bahwa “ini suatu momen besar bagi saya untuk memilih pemimpin, sangat menarik tentunya saya memilih calon yang sopan dan pribadi yang baik” tuturnya.

Penghitungan suara dilakukan pada hari itu juga. Namun, pengumuman resminya akan diberitahu pada minggu depan. Selamat kepada siapapun kandidat yang terpilih. Bagi seluruh kandidat yang bersaing, diharapkan dapat menerima apapun hasil dari pemilihan ini. Selain itu, harapan bagi Ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS yang nantinya terpilih mampu untuk mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab serta memberikan contoh yang baik bagi teman-temannya.

 

Oleh Hisanifa Arifani/IX A

Tagged under

Hari Jumat, 1 September 2017 merupakan hari Iduladha yang diperingati oleh seluruh umat Islam di penjuru dunia. SMPN 1 Bojonegoro juga memperingatinya dengan berbagai kegiatan, seperti pembelian hewan kurban, takbir keliling, salat Iduladha, penyembelihan hewan kurban, serta pembagian daging hewan kurban. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memupuk rasa empati siswa, meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, membangun rasa solidaritas, serta menumbuhkan semangat berkurban di diri siswa.

            Kegiatan takbir keliling diadakan pada hari Kamis, 31 Agustus 2017 yang diikuti oleh para siswa yang telah ditunjuk oleh pihak sekolah. Sementara itu, pada hari Jumat, 1 September 2017 dilaksanakan salat Id, penyembelihan hewan kurban, serta pembagian daging hewan kurban. Para siswa masuk sekolah pada pukul 05.00-05.15 WIB dengan mengenakan baju muslim dan sandal. Para siswi membawa mukena dan sajadah. Sementara itu, para siswa laki-laki, diperbolehkan menggunakan sarung serta diwajibkan membawa sajadah. Setelah mereka datang, mereka segera mencari duduk di terpal yang telah digelar di lapangan bola basket. Sambil menunggu acara dimulai, mereka membaca takbir bersama-sama.

            Pada pukul 05.30 WIB, kegiatan pun dimulai. Kegiatan diawali dengan sambutan singkat dari Pak Bisri, guru Pendidikan Agama Islam SMPN 1 Bojonegoro. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan laporan mengenai kegiatan kurban oleh Drs. Hadi Winarno. Adapun pada kurban kali ini, terdapat 1 lembu serta 9 ekor kambing yang disembelih. Rinciannya adalah sebagai berikut:

-       1 ekor lembu dari iuran siswa

-       2 ekor kambing dari infaq guru dan karyawan serta karyawati SMPN 1 Bojonegoro

-       1 ekor kambing dari Kevin Athadawy Putra Sasmita

-       1 ekor kambing dari Akbar Pamungkas Resa Putra

-       1 ekor kambing dari Farryzki Noor Thoriq

-       1 ekor kambing dari Agga Dirachta Friscolia

-       1 ekor kambing dari Nadiya Calista

-       1 ekor kambing dari Ibu Andayani Puspitawati

Sementara itu, sasaran untuk pembagian daging kurban, antara lain:

  1. Siswa SMPN 1 Bojonegoro dari keluarga yang kurang mampu
  2. Masyarakat sekitar sekolah
  3. Tukang becak yang mangkal di sekitar sekolah
  4. Para pekerja di PRS
  5. Desa Binaan Kemenag

Sumber dana dalam kegiatan kurban pada tahun ini, antara lain:

  1. SSKM sebesar Rp21.900.000,00
  2. Kas Imtaq sebesar Rp2.900.000,00

Setelah pembacaan laporan mengenai kurban, kegiatan dilanjutkan dengan pidato singkat dari Bapak Kepala Sekolah SMPN 1 Bojonegoro, Ufar Ismail. Kemudian, para siswa berdiri dan mengatur shaf-nya agar lurus. Salat Id pun dilaksanakan secara berjamaah dengan imam Drs. H. Ali Mujahidin, MAg. Salat berjalan dengan sangat khusyuk. Seusai salat, siswa pun saling bersalam-salaman dan mendengarkan khotbah dari imam mengenai sejarah dari kurban. Siswa pun pergi ke kelas masing-masing untuk absen, setelah itu pulang. Namun, para siswa yang ditunjuk untuk membagikan hewan kurban tetap tinggal di sekolah. Mereka memotong daging hewan kurban lalu membagikannya kepada sasaran dari pemberian daging kurban seperti yang disebutkan di atas.

Kegiatan pembagian daging kurban yang dilakukan oleh siswa SMPN 1 Bojonegoro sendiri merupakan salah satu sistem pendidikan yang membuat siswa dapat terlibat secara langsung. Metode tersebut sangat penting untuk pembentukan perilaku dan kognitif para siswa, terutama dalam syariat berkurban. Sistem ini lebih baik dibandingkan dengan konvensional, seperti ceramah di depan kelas. Selain itu, melibatkan siswa secara langsung dalam suatu kegiatan, menghargai pendapat dan usahanya, serta membantu mereka dalam memecahkan suatu masalah adalah metode yang bagus untuk memberi stimulus otak siswa agar bisa berkembang secara optimal.

Tagged under

Sabtu, 7 Oktober 2017 Kabupaten Bojonegoro mengadakan kegiatan Pawai Budaya sebagai acara tahunan. Kegiatan ini diadakan sebagai salah satu bentuk memperingati Hari Kemerdekaan dan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro. Pawai budaya merupakan salah satu upaya untuk menjunjung tinggi nilai budaya, kearifan lokal dan karakter Kabupaten Bojonegoro. Pawai budaya sebagai upaya untuk melestarikan budaya Bojonegoro agar tidak luntur dan dikenal secara global.

Tahun 2017 ini, pawai budaya diikuti pendidikan formal tingkat SD, SMP, SMA dan Umum. Pawai Budaya kategori SD, SMP dilaksanakan 7 September, kategori SMA dan Umum pada 8 September dengan mengusung tema “Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Budaya, Sejarah, Adat, dan Tradisi Kearifan Lokal dalam Membangun Karakter Bangsa Menuju Terwujudnya Bojonegoro Yang Bersatu Melangkah Maju”. Rute Pawai Budaya tahun ini tidak berbeda dari tahun sebelumnya, yaitu (start) Jl. Mas. Tumapel – Jl. Imam Bonjol – Jl. Mastrip – Jl. MH. Thamrin – Jl. Panglima Sudirman – Jl. Teuku Umar – Jl. WR. Supratman – Jl. Rajawali – Jl. AKBP. Soeroko (finish).

SMP Negeri 1 Bojonegoro sebagai salah satu peserta Pawai Budaya telah mempersiapkan. Selama proses menuju pawai budaya seluruh keluarga besar SMP Negeri 1 Bojonegoro saling bekerja sama untuk mensukseskan kegiatan ini. Terutama bagi siswa diberi kesempatan besar untuk mengembangkan kreatifitas melalui bimbingan Bapak/Ibu Guru. SMP Negeri 1 Bojonegoro mengusung tema “Khayangan Api”. Khayangan Api merupakan sebuah tempat wisata yang merupakan sumber api abadi yang tak kunjung padam. Sekitar 2 minggu sebelum acara Pawai Budaya, siswa SMP Negeri 1 Bojonegoro disibukkan dengan kegiatan PTS (Penilaian Akhir Semster) dan kegiatan untuk memeriahkan Pawai Budaya. Kesibukan itu seperti membuat sayap  untuk  dipakai maskot kelas, latihan menari bagi tim penari, latihan gamelan bagi tim gamelan, serta membuat mahkota untuk maskot. Meskipun sibuk mempersiapkan pawai budaya tetap tidak menggangu waktu belajar dalam menghadapi PTS. Kegiatan ini membuat siswa SMP Negeri 1 Bojonegoro banyak belajar arti kebersamaan dalam satu tim yang di dalamnya terdapat beda pendapat dan bisa saling memahami.

Pawai Budaya ini sebenarnya memiliki berbagai manfaat positif. Pertama, sebagai sarana edukasi kepada generasi muda dan anak mengenai aneka budaya yang ada di Bojonegoro. Misalnya dari budaya, pakaian adat, rumah adat, profesi dan aneka ragam pernak perniknya. Sehingga anak menjadi tahu dan melihat langsung keanekaragaman itu secara nyata dan dengan tampilan yang menarik. Bahkan adapula anak yang menggunakan kostum adat tertentu sehingga pengetahuan mereka menjadi bertambah. Kedua, Sebagai sarana unjuk kreativitas. Kreativitas ditampilkan dengan tema yang beragam. Kreativitas masyarakat menjadi tergali dan dapat disalurkan dalam kegiatan ini.

Pawai budaya berjalan bagi dengan lancar, SMP Negeri 1 Bojonegoro mendapat nomor urut tujuh. Sekitar pukul 12.00 wib penampilan dari SMP Negeri 1 Bojonegoro menunjukkan performa dihadapan para juri. Penampilan ditunjukkan dengan sangat menarik dan antusias, terutama penonton disekitar pendopo juri. SMP Negeri 1 Bojonegoro memperoleh juara 2 dalam pawai budaya. Rasa syukur begitu dirasakan oleh seluruh warga SMP Negeri  setelah mengetahui pengumuman juara. Semoga setelah ada kegiatan ini mampu meningkatkan kebersamaan dan meningkatkan rasa saling menghargai. 

 

Tagged under

LITERASI

 

DESIGN BATIK

 




Tagged under

Hari Kamis, 17 Agustus 2017 merupakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Terdapat banyak cara untuk memperingatinya. Salah satunya adalah dengan melakukan upacara bendera, seperti yang dilakukan oleh SMPN 1 Bojonegoro. Upacara bendera dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-72 merupakan salah satu upaya untuk menanamkan nilai patriotisme dan nasionalisme pada generasi muda. Generasi muda yang merupakan penerus bangsa sekaligus agen perubahan bangsa ini harus ditanamkan nilai-nilai tersebut agar dapat menjaga keutuhan serta persatuan bangsa dan dapat meningkatkan martabat serta citra positif Bangsa Indonesia di hadapan dunia.

Adapun pelaksanaan upacara bendera pada hari ini sedikit berbeda dengan upacara pada hari biasa. Pada kegiatan upacara rutin yang diadakan setiap hari Senin petugasnya merupakan siswa. Sedangkan, petugas upacara pada hari ini adalah guru dan staff Tata Usaha. Pada upacara kali ini, bapak kepala sekolah, Drs. H. Ufar Ismail, M.Pd, selaku inspektur upacara memberikan amanat kepada siswanya agar senantiasa dalam belajar guna meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Kita semua harus pantang menyerah dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi rintangan dan masalah kehidupan.

Adapun perbedaan yang lain adalah terdapat beberapa acara tambahan, seperti pembacaan puisi dengan diiringi oleh nyanyian lagu-lagu yang semakin membangkitkan rasa patriotisme dan nasionalisme dalam dada. Puisi-puisi yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia tersebut dibacakan oleh Hj. Agustina Iriani, S.Pd, yang merupakan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Puisi dibaca dengan penuh penghayatan sehingga membuat siapapun yang mendengarnya merasa terbawa suasana pada bait-bait puisi yang dibacakan. Sedangkan lagu-lagu dengan tema patriotisme, yaitu lagu Hari Merdeka, Merah Putih, dan Kebyar Kebyar dinyanyikan oleh regu paduan suara yang terdiri atas para guru dan staff Tata Usaha dengan dirijen Theresia Purwanti, S.Pd dan petugas organis Arief Susilo Pranoto, S.Pd. Acara ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Dra. Hj. Lilik Hamida, MPd.I. Beliau adalah seorang guru pengajar Pendidikan Agama Islam dan membaca doa tersebut dengan begitu fasih sehingga meresap pada hati yang paling dalam.

 

Upacara seperti pada pagi hari ini patut ditiru dan dipertahankan. Adapun alasan-alasannya, antara lain :

  1. Upacara bisa berjalan dengan khidmat, lancar, dan tertib karena guru dan staff Tata Usaha menjalankan tugas masing-masing dengan sangat baik. Selain itu, para siswanya juga dapat melaksanakan upacara dengan penuh khidmat.
  2. Upacara kali ini dapat meningkatkan rasa disiplin, tertib, dan bertanggung jawab. Hal ini terbukti ketika siswa dapat mengikuti kegiatan upacara dengan penuh khidmat, tertib, tepat waktu. Para siswa juga menyadari bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.
  3. Peserta upacara memaknai upacara tersebut bukan hanya sebagai acara seremonial semata, tetapi sebuah wadah untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan serta meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme. Dengan adanya rasa nasionalisme dan patriotisme pada diri siswa, maka Bangsa Indonesia akan menjadi lebih kuat dan bersatu.

 

 

Hisanifa Arifani 9A

Tagged under