Oct 23, 2017 Last Updated 4:11 AM, Oct 19, 2017

Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia

Hari Kamis, 17 Agustus 2017 merupakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Terdapat banyak cara untuk memperingatinya. Salah satunya adalah dengan melakukan upacara bendera, seperti yang dilakukan oleh SMPN 1 Bojonegoro. Upacara bendera dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-72 merupakan salah satu upaya untuk menanamkan nilai patriotisme dan nasionalisme pada generasi muda. Generasi muda yang merupakan penerus bangsa sekaligus agen perubahan bangsa ini harus ditanamkan nilai-nilai tersebut agar dapat menjaga keutuhan serta persatuan bangsa dan dapat meningkatkan martabat serta citra positif Bangsa Indonesia di hadapan dunia.

Adapun pelaksanaan upacara bendera pada hari ini sedikit berbeda dengan upacara pada hari biasa. Pada kegiatan upacara rutin yang diadakan setiap hari Senin petugasnya merupakan siswa. Sedangkan, petugas upacara pada hari ini adalah guru dan staff Tata Usaha. Pada upacara kali ini, bapak kepala sekolah, Drs. H. Ufar Ismail, M.Pd, selaku inspektur upacara memberikan amanat kepada siswanya agar senantiasa dalam belajar guna meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Kita semua harus pantang menyerah dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi rintangan dan masalah kehidupan.

Adapun perbedaan yang lain adalah terdapat beberapa acara tambahan, seperti pembacaan puisi dengan diiringi oleh nyanyian lagu-lagu yang semakin membangkitkan rasa patriotisme dan nasionalisme dalam dada. Puisi-puisi yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia tersebut dibacakan oleh Hj. Agustina Iriani, S.Pd, yang merupakan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Puisi dibaca dengan penuh penghayatan sehingga membuat siapapun yang mendengarnya merasa terbawa suasana pada bait-bait puisi yang dibacakan. Sedangkan lagu-lagu dengan tema patriotisme, yaitu lagu Hari Merdeka, Merah Putih, dan Kebyar Kebyar dinyanyikan oleh regu paduan suara yang terdiri atas para guru dan staff Tata Usaha dengan dirijen Theresia Purwanti, S.Pd dan petugas organis Arief Susilo Pranoto, S.Pd. Acara ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Dra. Hj. Lilik Hamida, MPd.I. Beliau adalah seorang guru pengajar Pendidikan Agama Islam dan membaca doa tersebut dengan begitu fasih sehingga meresap pada hati yang paling dalam.

 

Upacara seperti pada pagi hari ini patut ditiru dan dipertahankan. Adapun alasan-alasannya, antara lain :

  1. Upacara bisa berjalan dengan khidmat, lancar, dan tertib karena guru dan staff Tata Usaha menjalankan tugas masing-masing dengan sangat baik. Selain itu, para siswanya juga dapat melaksanakan upacara dengan penuh khidmat.
  2. Upacara kali ini dapat meningkatkan rasa disiplin, tertib, dan bertanggung jawab. Hal ini terbukti ketika siswa dapat mengikuti kegiatan upacara dengan penuh khidmat, tertib, tepat waktu. Para siswa juga menyadari bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.
  3. Peserta upacara memaknai upacara tersebut bukan hanya sebagai acara seremonial semata, tetapi sebuah wadah untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan serta meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme. Dengan adanya rasa nasionalisme dan patriotisme pada diri siswa, maka Bangsa Indonesia akan menjadi lebih kuat dan bersatu.

 

 

Hisanifa Arifani 9A

Last modified on Friday, 15 September 2017 02:17
Super User

Admin SMP Negeri 1 Bojonegoro