Selasa (14/7/2026), SMP Negeri 1 Bojonegoro melaksanakan kegiatan briefing pada hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang diisi oleh Ibu Dra. Sri Koenanti Resmiasih dan Ibu Naili Risqi Mahbubah, S.Pd. ini diikuti oleh seluruh peserta didik baru kelas VII. Briefing bertujuan memberikan edukasi mengenai tata tertib sekolah, keorganisasian, serta berbagai materi yang mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Pada kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh materi mengenai pedoman kesepakatan sekolah sebagai bekal untuk membangun sikap disiplin dan tanggung jawab. Beberapa tata tertib yang disampaikan di antaranya peserta didik diwajibkan datang ke sekolah sebelum pukul 06.30 WIB, mengenakan atribut sekolah secara lengkap, serta mematuhi ketentuan potongan rambut 3-2-1 bagi peserta didik laki-laki.
Selain itu, peserta didik juga diperkenalkan dengan berbagai organisasi yang ada di SMP Negeri 1 Bojonegoro beserta peran dan manfaatnya. Organisasi yang diperkenalkan meliputi OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) yang bertugas menyusun dan melaksanakan berbagai program kerja serta kegiatan sekolah, serta KPD (Kader Penegak Disiplin) yang berperan membantu menegakkan kedisiplinan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan nyaman.
Setelah kegiatan briefing, seluruh peserta didik baru mengikuti tes diagnostik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal dan gaya belajar setiap peserta didik.
Peserta didik juga mendapatkan materi mengenai Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Program ini bertujuan membentuk peserta didik yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual, berkarakter baik, disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, peduli terhadap sesama, serta siap menjadi Generasi Emas Indonesia.
Materi selanjutnya membahas tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah. Dalam materi tersebut dijelaskan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif melalui kerja sama seluruh warga sekolah. Peserta didik juga diberikan pemahaman mengenai upaya pencegahan kekerasan, pentingnya saling menghormati, serta langkah-langkah penanganan apabila terjadi perundungan atau bentuk kekerasan lainnya di lingkungan sekolah.
